Review & Komentar film Mortal Kombat (2021)

Penulis adalah penggemar game dan film Mortal Kombat sejak pertama kali game tersebut release tahun 1992. Karena gamenya sukses maka dibuat filmnya tahun 1995 dan 1997. Filmnya membuat penulis terkesan dan menonton berkali-kali. Meskipun efek CGI nya tidak secanggih sekarang, namun kedua film ini tetap di hati karena aksi kelahi yang indah, karakter-karakter yang unik dan musik latar / soundtrack yang enerjik beraliran techno dance dan speed metal.

Sekarang, 26 tahun sejak film tadi, release film dengan judul yang sama. Tentu akan banyak perubahan dibanding film sebelumnya. Berikut ini ulasan subjektif penulis dari berbagai aspek. 

Cerita

Intinya adalah balas dendam Hanzo alias Scorpion terhadap Bi-Han alias Subzero. Dengan latar belakang turnamen Earth Realm vs Outworld. Ceritanya mudah ditebak namun tetap mengasyikkan karena adegen perkelahian dengan jurus –jurus aneh dan sadis (fatality). Yang unik adalah karakter Cole Young yang tidak ada pada game. Di film ini dia harus menemukan jurus / arcana agar bisa menjadi super. Akhir cerita tidak megah dan heboh alias datar saja hanya adegan di ring tinju. Tidak ada ledakan, bangunan runtuh, banjir, kebakaran, hitungan mundur, histeria massal, slow motion, boss level dll. 

Setting Visual:

Setting dunia Outworld dan arenanya terlihat kurang detail, kurang megah dan kurang seram. Tidak ada keramaian atau hiruk pikuk manusia saat perkelahian antar 2 dunia. Efek portal antara 2 dunia pun tampil sederhana saja, begitu pula efek petir Rayden dan api Liu kang. Seharusnya jaman sekarang bisa dibuat lebih oke dibanding 2 film sebelumnya. Pertempuran akhir pun tidak heboh dan tidak tuntas sehingga film ini perlu ada sequelnya. 

Musik dan Audio

Efek audio biasa saja seperti film laga pada umumnya. Namun ini yang fatal dan sangat disayangkan yaitu tidak ada musik pengiring saat adegan perkelahian. Padahal di film Mortal kombat terdahulu, setiap perkelahian diiringi musik techno dan heavy metal yang menggugah semangat dari grup musik Fear Factory, KMFDM, The Immortals dll. Penulis menilai ini adalah kekurangan terbesar dari film Mortal Kombat (2021). 

Karakter

Bagi anda yang baru mulai memainkan game Mortal Kombat dan belum pernah menonton film sebelumnya, mungkin terasa baik-baik dan biasa saja. Namun penulis merasa karakter-karakternya kurang greget, baik dari ekspresi, gaya bicara dan postur tubuh.

Oke kita bahas dulu Subzero. Karakternya sangat menonjol sejak awal film terlebih dengan efek jurus esnya yang cukup memukau. Ditambah pemainnya adalah orang indonesia yaitu Joe Taslim. Aksi kelahinya cukup baik, hanya wajahnya yang ganteng kurang mencerminkan tokoh jahat.

Sub Zero

Scorpion adalah musuh bebuyutan Subzero dengan bersenjata api dan pisau rantai. Rantai dilempar biasa saja tidak seperti film Mortal Kombat 1995 yang keluar dari telapak tangannya. Kostum jepangnya ribet seperti robot. Jurusnya monoton kecuali api dari mulutnya pada adegan akhir.

Cole Young adalah tokoh sentral. Meski tidak ada pada gamenya, penampilannya oke juga. Kehadirannya menjadikan film ini bukan seperti Mortal Kombat tetapi Street Fighter.   

Cole Young 

Rayden, pimpinan Earthrealm yang berkekuatan dewa. Wajahnya yang imut cocok sebagai pelawak. Akting sebagai Rayden sangat tidak pas karena suara vocal kurang berwibawa, sorot matanya yang tidak tajam dan kurang tinggi badan. Kerjanya cuma mengeluarkan petir melulu agar bisa pindah alam.

Rayden

Begitu pula Lin Kuei pimpinan Outworld. Senasib dengan Rayden, wajahnya kurang jahat, aktingnya kurang kejam tidak seperti anak buahnya yang jauh lebih seram. Aksi menyedot nyawa lawan pun tidak mencekam.

Lin Kuei

Kano adalah musuh Sonya Blade, tampil cukup menyebalkan penonton. Penulis cukup terbawa emosi karenanya. Good Work!

Sonya Blade. Wanita cantik ala Tomb Raider ini penulis acung jempol. Dia tampil ekpresif, alami tanpa beban dan tetap percaya diri meski tidak terpilih sebagai anggota turnamen. Jurus2nya tampil seperti pada game kecuali Kiss of Death.

Sonya Blade


Karakter Goro monster bertangan empat ini lebih hidup, lebih detail, lebih kejam dan tetap bodoh.

Bagaimana dengan Liu Kang? Penampilannya mirip bocah lincah, namun akting berkelahinya cukup bagus. Ada yang hilang dari Liu Kang kali ini yaitu teriakan ala Bruce Lee. Jurus finishing berupa naga jadi-jadian yang menjadi simbol Mortal Kombat cukup memukau.

Liu Kang
Kunglau terlihat keren dengan gaya dan ekspresinya ditambah jurus topi gergaji terbang yang mematikan. Penampilan dan aksinya mirip dengan Game. Nampaknya artis-artis Indonesia di film ini cukup membantu mengangkat kekuatan pasar.
Ada beberapa karakter lain seperti Nitara, Reiko, Reptile dan Kabal yang keren Special Effectnya sayangnya tampil sebentar. Memang tidak semua karakter game bisa tampil di film ini karena akan mengganggu cerita. Mungkin di sequelnya akan ada karakter lain yang bisa digali lebih dalam. Secara keseluruhan film Mortal Kombat 2021 ini kurang greget dibanding gamenya atau 2 film terdahulu. Apalagi jika nonton di bioskop karena adegan sadisnya tidak lolos sensor LSF (Lembaga Sensor Fatality).

Itu pendapat subjektif penulis sebagai pengamat film. Bagi anda yang sudah menyaksikannya silahkan setuju atau tidak setuju. Anda bebas berpendapat karena dijamin pada sila ke-4 Pancasila. Selamat berkelahi!

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Komentar Rumah Hantu Yogya Kepatihan Bandung

TV LED IKEDO 32 Inch Komentar Review Indonesia

Solusi TV LED Coocaa ke Digital Audio to Analog Converter tidak keluar suara di Speaker Aktif External