Jumat, 11 Mei 2018

Penipuan di ATM via Telepon dan bukti transfer palsu di WA

Betapa bahagia diriku mendapat order jutaan rupiah atas nama Johan. Screenshot bukti transfer dikirim via Whatsapp. Tetapi setelah saya cek di internet banking dan m-banking, tidak ada uang masuk. Dia menjelaskan bahwa internet bank sedang error dan hanya bisa dicek via ATM. Saya pun berangkat ke ATM sesuai arahannya. Setelah cek saldo tetap tidak ada penambahan. Beberapa menit kemudian Johan menelepon dan memastikan saya sudah di depan ATM. Dia menyuruh saya membacakan pilihan menu pada layar monitor ATM. Saya ikuti petunjuk via telepon yang akhirnya mengarah untuk transfer balik sejumlah uang ke Johan. Disini saya curiga bahwa ini adalah modus penipuan. Sayapun pura-pura bingung dan oon agar pulsa dan kesabaran dia habis. Akhirnya Johanpun kesal dan menutup telepon sambil berkata-kata kasar. Selamat sudah tabunganku dari sang penipu.


Hal yang perlu dicurigai dari sang penipu adalah:
  1. Mengirim Screenshot bukan foto dari camera. Sms transfer tersebut bisa mudah dibuat siapa saja lain halnya foto kertas slip di ATM
  2. Memesan dengan uang nominal besar agar korban merasa tergiur dan senang luar biasa.
  3. Berkata sopan, tertata rapi dan agamis.
  4. Didampingi orang bank palsu untuk lebih meyakinkan korban
  5. Menggiring korban ke ATM terdekat dan menanyakan lokasi ATM. Kalau ini diinfokan bisa jadi dia menguntit anda.
  6. Meminta anda membacakan menu pada layar monitor ATM. Dia akan menyuruh tekan urutan tombol dan tidak akan mengatakan tekan tombol Transfer agar tidak mencurigakan.
  7. Menanyakan saldo anda saat ini dengan alasan verifikasi. Jika anda menginfokannya maka sang penipu bisa memperikiraan jumlah uang transfer balik ke rekeningnya.
  8. Bicara panjang (nyerocos) dan buru-buru agar anda tidak sempat berpikir.
  9. Berkata bahwa dia tidak sedang menipu, jika perlu sumpah2 demi Allah.
  10. Jika aksi gagal maka dia memblokir nomor WA anda. 
Sekedar info, nomor telepon Johan sang penipu adalah: 081211315687 dan 081290925961. Kemungkinan besar nama palsu dan nomor sudah dibuang.


Rabu, 14 Februari 2018

Penipuan COD oleh Tamu Penginapan terhadap penjual Online


Pengalaman ini saya beberkan karena banyak korban penipuan COD dari iklan online yang memanfaatkan rumah penginapan / homestay / guesthouse harian.

Begini ceritanya:
Pada suatu hari kerja / weekday, kami sebagai pemilik rumah penginapan ditelepon calon tamu yang segera checkin. Calon tamu sepakat membayar cash saat di penginapan. Datanglah tamu menggunakan sebuah mobil berisi 2 orang. Kamipun menyambut tamu dengan ramah seperti biasa. Demi keamanan kami minta KTP dan uang sewa. Tidak lupa kami memotret mobil dan plat nomornya. Tamu tersebut tidak membawa uang cukup untuk melunasi sewa harian dan hanya bisa memberikan uang muka sebesar 300rb rupiah. Beliau berjanji akan melunasinya beberapa jam lagi karena harus ke  ATM. Setelah uang muka diterima, kamipun pamit meninggalkan rumah dan kedua tamu tersebut. 

Setelah 2 jam berlalu, kami ditelepon orang tak dikenal yang sedang berada di penginapan untuk mencari tamu kami tadi. Kami segera mendatangi penginapan dengan penuh kekhawatiran. Benar saja, ternyata tamu kami tadi sudah menghilang dan membawa barang jualan (Camera seharga 20 jutaan) milik orang tak dikenal tersebut

Menurut orang tak dikenal / korban, dia tidak curiga meminjamkan barang jualan ke tamu kami karena mengira rumah ini milik sang tamu kami (tepatnya: penipu). Salah satu tamu pergi dengan alasan mau ke ATM. Seorang lagi meminjam dan membawa barang mahal tersebut ke kamar lain dengan alasan akan diperlihatkan kepada istrinya.

Setelah 30 menit korban menunggu, kedua tamu kami tidak muncul lagi batang hidungnya. Setelah diselidiki ternyata kedua tamu sudah kabur dari rumah lewat jalan belakang / pintu samping secara terpisah. Maka dia sadar bahwa sudah kena tipu. Wajahnya pun berubah pucat dan badan lemas. Kami dan korban segera melapor ke polsek berbekal foto KTP dan foto mobil dan plat nomornya. Hanya sampai situ yang bisa kami perbuat selain doa agar penipu diberi hidayah.

Berdasarkan pengalaman tersebut di atas dan banyak kejadian sebelumnya, maka kami bisa menyimpulkan ciri-ciri modus penipu sebagai berikut:
1.      Dillakukan pada hari kerja (senin – jumat) karena di waktu tersebut penginapan biasanya sepi tamu.
2.      Sewa rumah penginapan secara mendadak sehingga pemilik penginapan sibuk dan buru-buru.
3.      Tanpa tawar menawar harga agar pemilik penginapan senang
4.      Menggunakan 1 mobil sewaan atau taksi online.
5.      1 mobil berisi penumpang 2 orang saja. Kata penipu 2 Mobil lain akan menyusul.
6.      Tidak mau transfer karena bisa ketahuan identitasnya.
7.      Sibuk cari ATM dan mengaku tidak bawa uang cash. Agar ada alasan buat kabur

Antisipasi:
1.      Foto KTP (tapi bisa jadi palsu)
2.      Foto Plat Nomor Kendaraaan (tapi bisa jadi palsu)
3.      Foto dan Video wajah tamu. Nah kalau ini tidak bisa dipalsukan sehingga memudahkan pencarian oleh pihak kepolisian.

Semoga dengan kisah ini anda sebagai penjual, pembeli dan pemilik penginapan lebih berhati-hati, sehingga anda menjadi orang yang kebal tipu dan tidak ngaku – ngaku kena hipnotis jika kena tipu. 

*** sekian ****

Penipuan di ATM via Telepon dan bukti transfer palsu di WA

Betapa bahagia diriku mendapat order jutaan rupiah atas nama Johan. Screenshot bukti transfer dikirim via Whatsapp. Tetapi setelah saya cek...